Home > Lounge > 3 Pohon Tertua di Dunia

3 Pohon Tertua di Dunia

Saturday, August 6th, 2011 Leave a comment Go to comments

Bristlecone PineBristlecone Pine

MarsoumFlash – Pohon cemara atau pine (pinus) merupakan pohon dari family pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir, berkapur, banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. Kita bisa menemukan pohon ini mulai dari Siberia, Skotlandia, Norwegia, kepulauan Canary, Filipina, pegunungan Himalaya sampai ke pelosok New Zealand, Brazil dan Chili.

Pohon ini memang tenar karena selain dapat hidup dimana-mana juga mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu, getah , ranting, biji hingga daun mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Pohon cemara adalah salah satu pohon yang berumur panjang karena bisa mencapai umur sekitar 100-1000 tahun dan bahkan mencatat rekor menjadi pohon tertua di dunia melalui cemara dari spesies great basin bristlecone pine (pinus longaeva ) yang di tahun 2008 ini berumur 4840 tahun. Pohon ini tingginya antara 3-80 meter tetapi rata-rata tingginya 15-45 meter. Pohon tertinggi dari spesies sugar, sedangkan yang terpendek adalah cemara potosi pinyon dan siberian dwarf pine.

Jomon Sugi

Jomon Sugi

Menurut wikipedia, Jomon sugi adalah pohon cemara tertua di Jepang yang ditemukan pada tahun 1968, dengan tinggi 25,3 meter dengan volume 300 m kubik. Diperkirakan usianya antara 2000 – 7200 tahun, terletak di Pulau Yakushima (bagian paling utara Jepang).

Spruce Lone Norwegia

Spruce Ione Norwegia

Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia ini diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini. Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.

Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu kemampuannya mengkloning diri sendiri. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.

Pohon ini lebih tua dari Bristlecone pine di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya. Pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu.

Sumber: terselubung.blogspot.com

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: