Home > Lounge > Outbound Link Dalam SEO, Perlukah ?

Outbound Link Dalam SEO, Perlukah ?

Monday, August 8th, 2011 Leave a comment Go to comments

MarsoumFlashOutbound link mungkin sesuatu yang “mahal” bagi para webmaster, mulai dari website kecil sampai besar. Tidak bisa disalahkan memang kalau para webmaster tidak pernah memberikan link outbound dalam artikel yang dibuat karena memang berkembang anggapan outbound link dapat mempengaruhi pagerank suatu website.

Outbound link sebenarnya tidak diharamkan oleh Google, malah bila outbound link Anda menuju website dengan tema yang sama dan relevan, Google dapat mengetahui bahwa website/blog Anda fokus pada satu tema dan akan dinilai “membantu pembaca” oleh Google. Outbound link juga membuat artikel yg ditulis dapat dipercaya, kredibel, bukan gosip dan membantu pembaca. Contoh: bila Anda menulis opini mengenai suatu event, berita atau kejadian maka dengan memberikan link ke artikel asal maka Anda meyakinkan pembaca akan validitas artikel tersebut.

Dengan begitu pembaca dapat menilai kemampuan analisa, wawasan dan pengetahuan penulis atas opini yang ditulis dalam artikel. Namun bila penulis tidak dapat memberikan sumber atau hanya menulis teks saja misal, Sumber: MarsoumFlash, bagaimana pembaca dapat mengakses sumber tersebut dan mempercayai bahwa artikel penulis benar adanya dan bukan gosip atau rekayasa?

Tapi Anda mungkin berpikir outbound link akan membuat pembaca meninggalkan website Anda. Faktanya setiap orang datang dan pergi, dan tak ada yang bisa Anda lakukan untuk menghalangi mereka. Yang perlu dilakukan adalah meninggalkan kesan yang baik bahwa website Anda memiliki konten yang menarik dan dapat dipercaya, dengan begitu mereka akan datang kembali ke situs Anda.

Bagaimana dengan Pagerank ? Pagerank memang dapat berkurang bila situs memiliki link outbound dan sedikit memiliki link inbound, namun faktanya link inbound bukanlan satu-satunya yang terpenting dalam meningkatkan pagerank. Bahkan Google sering menghukum website bila memiliki terlalu banyak link inbound yang berasal dari situs yang berbeda topik (misal website bertema Teknologi memiliki link inbound dari situs bertema memasak) atau yang berasal dari spam website.

Website yang tidak memiliki (sedikit) link outbound namun disisi lain memiliki banyak link inbound dalam beberapa kasus akan dianggap atau dicurigai Google menjalankan praktik link building ataupun paid link yang pada akhirnya justru membuat page rank menjadi 0.

Bagaimana membuat Outbound Link yang baik ?

Google menilai link yang natural, membantu pembaca, jadi sebaiknya link outbound ditaruh didalam konten artikel dengan anchor word yang relevan. Dan bila Anda melink ke website yang tidak berhubungan dengan artikel / tema website, gunakan “rel=nofollow”.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave your comment here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: